Bolehkah Meminjam Uang di Bank Syariah Untuk Modal Usaha?

36 Jawaban
umma Answer Official

Hukum Pinjam Uang di Bank Syariah

Hukum pinjam uang di bank syariah masih menjadi perdebatan diantara para ulama karena ada beberapa sistem dalam bank konvensional yang diterapkan pada bank syariah. Meminjam uang di suatu bank yang benar-benar berlandaskan hukum islam adalah halal atau diperbolehkan sebagaimana halalnya perkara hutang piutang. Berikut ini adalah beberapa dalil yang menyebutkan perkara hutang piutang dan tenggang waktu yang diberikan.


وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيْسَرَةٍ ۚ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ


“Dan jika (orang berutang) itu dalam kesulitan, maka berilah tenggang waktu sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan, itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 280).


Dalam sebuah hadits juga disebutkan perkara yang sama tentang hutang piutang dan tenggang waktu yang diberikan. Rasulullah SAW bersabda :


“Barangsiapa memberi tempo waktu kepada orang yang berutang yang mengalami kesulitan membayar utang, maka ia mendapatkan sedekah pada setiap hari sebelum tiba waktu pembayaran. Jika waktu pembayaran telah tiba kemudian ia memberi tempo lagi setelah itu kepadanya, maka ia mendapat sedekah pada setiap hari semisalnya.” (HR. Ibnu Majah, Ahmad, alHakim).


Pinjaman Bank Syariah Yang Tidak Sesuai

Meskipun umat islam dibolehkan meminjam uang di bank syariah dengan cara tertentu, apabila seseorang meminjam uang dan pihak bank syariah tetap menambahkan jumlahnya setelah masa peminjaman apapun istilahnya tetap dianggap sebagai riba dan hal tersebut dilarang dalam agama islam.


Bank syariah yang memberikan pinjaman haruslah dapat memberikan dana dan tidak ada tambahan setelahnya maupun bunga yang ditetapkan, karena bank syariah hanya menggunakan sistem bagi hasil dan bukannya bunga bank tersebut. Penggunaan istilah lain sebagai tambahan atas pinjaman tidak merubah hukum riba tersebut dan justru menambah dosa seseorang yang melakukannya karena berusaha untuk mengelabui syariah agama islam. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut ini :


عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه و سلم قال: لا ترتكبوا ما ارتكبت اليهود فتستحلوا محارم الله بأدنى الحيل. رواه ابن بطة وحسنه ابن كثير ووافقه الألباني


Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah kalian melakukan apa yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi, sehingga kalian menghalalkan hal;-hal yang diharamkan Allah dengan sedikit tipu muslihat.” (Riwayat Ibnu Batthah dan dihasankan oleh Ibnu Katsir serta disetujui oleh al-Albani).


Riba Dalam Pinjaman

Meminjam uang di bank syariah tanpa biaya tambahan saat pelunasan adalah sah-sah saja atau diperbolehkan sementara meminjam uang di bank syariah dengan tambahan biaya apapun namanya tetap saja dianggap sebagai riba. 

Oleh sebab itu siapapun yang hendak mengambil pinjaman di bank syariah sebaiknya mempertimbangkannya terlebih dahulu dan mengetahui sistem pembayarannya. Pastikan tidak ada riba dalam aktifitas pinjam meminjam tersebut karena riba pinjaman adalah budaya masyarakat yahudi dan memakan harta hasil riba adalah haram, sebagaimana disebutkan dalam dalil berikut ini :


فَبِظُلْمٍ مِنَ الَّذِينَ هَادُوا حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَاتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ كَثِيرًاوَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ ۚ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا


“Disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil.” (QS. An-Nisa: 160 – 161)

Meskipun demikian harta yang diperoleh dari berkembangnya usaha yang didapat dari modal pinjaman meskipun mengandung riba dalam pinjaman tersebut, harta yang diperoleh atas dasar usaha adalah suatu yang halal dan boleh digunakan untuk menafkahi keluarganya.


Sumber : dalamislam.com

...Berikutnya
Komentar 2 Suka 0
Sagi
0
Saya sependapat dgn kajian ini,,,
04-18 15:41
0 jawaban
0
syukron atas infonya
12-28 13:10
0 jawaban
Rekomendasi