5 Hal yang Membuat Siti Aisyah Cemburu kepada Baginda Nabi

Muslim Obsession


Jakarta, Muslim Obsession – Siti Aisyah adalah putri sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq yang menjadi salah satu istri Baginda Rasulullah Saw. Namun dari sekian banyak istri Nabi, Aisyah dikenal sebagai istri yang sangat pencemburu.


Banyak kisah atau cerita yang mengutarakan bagaimana Aisyah cemburu kepada Nabi. Bahkan Aisyah kerap cemburu dengan Siti Khadijah, padahal Khadijah sudah meninggal, dan Aisyah belum pernah menjumpai Khadijah pada masa hidupnya.


Berikut lima kisah ketika Aisyah istri Rasulullah cemburu kepada Nabi.


1. Cemburu kepada Siti Khadijah


Diceritakan dalam salah satu hadits, ada kisah ketika Aisyah istri Rasulullah cemburu kepada Siti Khadijah yang bahkan sudah wafat. Kala itu, Aisyah cemburu karena Nabi sering menyebut nama Khadijah di depannya.


Sifat cemburu Aisyah merupakan bukti ketulusan cintanya kepada Rasulullah. Bahkan disebutkan dalam sebuah hadits, kalau kecemburuannya terhadap Khadijah melebihi perasaan cemburu terhadap istri-istri Rasulullah lainnya.


“Tidakkah aku cemburu kepada salah seorang istri-istri Nabi SAW sebagaimana kecemburuanku terhadap Khadijah. Padahal aku belum pernah melihatnya.”


Perasaan cemburu yang tak terbendung pernah membuat Aisyah melontarkan kalimat kurang baik terhadap almarhumah Khadijah. “Apa yang dapat kau lakukan dengan perempuan tua yang kedua sudut mulutnya berwarna merah? Padahal Allah SWT telah memberi ganti untukmu dengan yang lebih baik darinya.”


Kemudian Nabi menjawab, “Demi Allah, Allah SWT tidak menggantinya untukku. Ia beriman padaku ketika yang lain ingkar, ia membenarkanku ketika semua mendustakanku, ia melimpahkan hartanya padaku ketika semua orang menyembunyikannya, dan darinya Allah SWT memberiku keturunan.” (Hadits Riwayat HR. Bukhari dan Muslim)


2. Cemburu kepada Shafiyah


Bukan hanya pada Khadijah, Aisyah juga menaru cemburu kepada istri Nabi yang lain, yakni Shafiyah binti Huyai. Shafiyah merupakan istri Nabi yang dulunya tawanan berdarah Yahudi. Shafiyah memiliki kulit yang putih dan paras cantik sehingga sering membuat istri-istri Rasulullah merasa cemburu, termasuk Aisyah.


Aisyah selalu menunjukkan kecemburuannya kepada Rasulullah. Saat mengenalkan Shafiyah kepada para sahabat, Aisyah pun merasa cemburu karena kecantikan Shaifyah. Menyadari Aisyah yang cemburu, Rasulullah bertanya, “Apa yang kau lihat wahai wanita berambut pirang?”


Aisyah pun menjawab, “Aku melihat seorang wanita Yahudi.”


Rasulullah kemudian bersabda, “Janganlah kau berkata demikian karena Shafiyah telah masuk Islam dan menjadi muslimah yang baik.”


Kisah itu ada pada Buku: (39 Tokoh Wanita Pengukir Sejarah Islam’. Hal 297 sampai 302, karya Dr. Bassam Muhammad Hamami)


3. Cemburu dengan Istri Nabi


Kisah cemburu Aisyah istri Rasulullah juga pernah terjadi di depan para sahabat Nabi. Dalam suatu riwayat dari Anas bin Malik dikatakan, “Beberapa orang menghadiahi sebuah nampan berisi roti kincah. Kala itu, beliau sedang berada di rumah salah seorang istrinya. Lalu istrinya memukul tangan pembantu yang membawa nampan tersebut hingga pecah.”


Ternyata istri yang memukul nampan tersebut adalah Aisyah. Meski demikian, Rasulullah tidaklah marah. Beliau memungut roti kincah yang jatuh dan meletakkannya kembali ke atas nampan pecah.


Beliau berkata kepada para sahabatnya, “Makanlah, ibu kalian sedang cemburu.” Sementara Rasulullah tetap memegang piring yang pecah tersebut hingga mereka selesai memakan makanannya.


Setelah itu, beliau mengganti nampan pecah dengan yang baru. Seperti sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadits riwayat at-Tirmidzi, “Merusak makanan diganti dengan makanan, bejana diganti dengan bejana.”


(HR. Bukhari, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i)


4. Cemburu karena Nabi Tak Bersamanya


Cerita lain ketika Aisyah istri Rasulullah cemburu karena bangun tengah malam dan melihat tak ada Nabi di sampingnya. Padahal sebelumnya, Rasulullah sedang tidur bersamanya.


Aisyah merasa curiga dan berpikir kalau Nabi keluar rumah untuk tidur dengan istri-istri lainnya. Ia merasa kalau malam ini menjadi haknya untuk tidur bersama Rasulullah.


Aisyah pun keluar rumah melihat ke rumah istri Rasulullah yang lain. Namun tak dijumpainya Nabi di sana sebelum akhirnya ditemukan di Masjid.


Rasulullah mengetahui apa yang terjadi. Mengetahui Aisyah cemburu, beliau berkata, “Kau cemburu lagi, Aisyah? Apakah kamu khawatir Allah dan Rasul-Nya akan berbuat aniaya padamu? Ini malam Nisfu Sya’ban, Aisyah.”


(Buku: ‘Bilik-Bilik Cinta Muhammad’. Penulis: Nizar Abazhah)


5. Cemburu dengan Adik Khadijah


Kisah cemburu Aisyah istri Rasulullah pernah terjadi saat adik Siti Khadijah, Halah binti Khuwailid, meminta izin untuk bertemu Nabi Muhammad Saw. Nabi kemudian menyambut Halah dengan hangat.


Melihat wajah Rasulullah tampak cerah berseri membuat Aisyah merasa cemburu. Setelah wanita itu pulang, Aisyah berkomentar, “Demi Allah, Anda bersikap berbeda kepada wanita tua ini, Anda tidak pernah bersikap seperti ini kepada siapa pun.”


Kemudian Rasulullah menjawab, “Dia dulu sering datang waktu masih ada Khadijah. Tidakkah kamu tahu bahwa memberi kasih sayang adalah bagian dari iman?”


(Buku: ‘Saat-Saat Berkesan Bersama Rasulullah SAW. Penulis: Abdul Aziz Asy Syinawi)


Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadist Indonesia, Ustadz Fauzan Amin mengatakan, kisah cemburunya Siti Aisyah kepada Siti Khadijah dan istri Nabi yang lain memang benar. Bahwa sifat atau perasaan cemburu itu adalah wajar, dan setiap manusia memilikinya.


“Ya, itu ada. Kisah itu sengaja disampaikan dalam siroh Nabawi hanya untuk menegaskan, bahwa cemburu itu manusiawi selama terukur, akurat, tidak egois, tidak emosional, bernalar sehat, komparatif, terbuka, jujur dan bertanggung jawab maka boleh-boleh saja,” katanya belum lama ini


Ia melanjutkan, bahkan sikap cemburu wajib ada sebagai bentuk kontrol atas kelanggengan keluarga. “Misal, si suami boleh mengintip perilaku istri saat keluar rumah (kantor). Jika ada gelagat yang mencurigakan. Begitu juga sebaliknya,” pungkasnya. (Albar)

Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan