Bacaan Talbiyah Saat Haji dan Umrah Beserta Terjemahannya
Laduni


LADUNI.ID, Jakarta - Bacaan talbiyah merupakan salah satu bacaan yang dilafalkan jamaah haji sesaat setelah jamaah haji mengucapkan niat ibadah haji di tanah suci. Lafadz talbiyah ini dibaca oleh jamaah haji sejak pasang ihram atau haji di tanah suci hingga memasuki Masjidil Haram.


Adapun lafadz talbiyah ini dibaca tiga kali dan kemudian disusul dengan lafal shalawat serta doa. Cara membacanya harus dibaca dengan lantang dan terus-menerus dilantunkan oleh jamaah haji hingga melontar jumrah aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah.


Mengenai kalimat talbiyah yang biasa dibaca dan masyhur dilafalkan oleh Rasulullah dan para sahabat adalah sebagai berikut.


لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ


Labbaykallahumma labbayk, labbayka la syarika laka labbayk. Innal hamda wan ni‘mata laka wal mulk. La syarika lak.


Artinya, “Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sungguh, segala puji, nikmat, dan segala kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.”


Baca juga: Kumpulan Doa Haji dan Umroh


Sementara lafadz shalawat yang dibaca jamaah haji setelah melafalkan kalimat talbiyah secara lantang adalah sebagai berikut.


اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد


Allahumma shalli wa sallim ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala ali sayyidina Muhammadin.


Artinya, “Ya Allah berilah kesejahteraan dan keselamatan atas Junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya”.


Selanjutnya, doa permohonan ridha dan surga yang dianjurkan dibaca sebagai penutup pembacaan shalawat yang sebelumnya dilantunkan, adalah sebagai berikut.


Adapun berikut ini adalah doa permohonan ridha dan surga yang dianjurkan sebagai penutup shalawat:


اللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَ نَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلٰاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.


Allahumma inna nas’aluka ridhaka wal Jannah, wa na‘udzu bika min sakhatika wan nar. Rabbana atina fid duniya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar.


Artinya, “Ya Allah sungguh kami memohon ridha dan surga-Mu. Kami berlindung kepada-Mu dari murka dan neraka-Mu. Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.”


Baca juga: Hukum Tasyakuran Sebelum Berangkat Haji


وصيغته المحبوبة تلبيته صلى عليه وسلم


Artinya, “Lafal talbiyah yang dianjurkan adalah lafal talbiyah yang dibaca oleh Rasulullah SAW,”.


Sementara itu, ada lafadz tambahan kalimat talbiyah dari sahabat Abdullah bin Umar. Adapun tambahan ini diriwayatkan oleh Nafi’ sebagai berikut:


لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ بِيَدَيْكَ لَبَّيْكَ وَالرَّغْبَاءُ إِلَيْكَ وَالْعَمَلُ


Labbayk labbayk wa sa‘dayk, wal khayru bi yadayk, war raghba’u ilayka wal ‘amal.


Artinya, “Aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu dengan senang hati. Segala kebaikan ada di tangan-Mu. Segala harapan dan amalan hanya pada-Mu,” (HR Bukhari dan Muslim).


Baca juga: Inilah Makna, Keutamaan dan Syarat Thawaf Lengkap!


Itulah bacaan talbiyah, shalawat dan doa beserta terjemahannya yang biasa dibacakan oleh jamaah haji yang hukumnya


Demikian kalimat talbiyah dan tambahan atas kalimat talbiyah berikut cara pelafalan dan terjemahannya. Kalimat talbiyah merupakan salah satu anjuran sunnah untuk syiar ibadah haji. Bahkan sebagian ulama mewajibkannya. Wallahu a‘lam.


Sumber:


Syekh Sa’id bin Muhammad Baasyi.  Busyral Karim Juz II. Beirut: Darul Fikr: 1433-1434 H/2012 M.

Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan