Diklaim Mampu Obati Covid-19, Kenali Ciri Obat Herbal LQC Donasi yang Berbahaya

Okezone


OBAT herbal Lianhua Qingwen Capsules (LQC) memang ramai dicari lantaran diklaim bisa untuk mengobati Covid-19. Tapi, ternyata tidak semua jenis obat herbal LQC bisa digunakan untuk mengobati Covid-19 loh.


Bahkan, beberapa produk LQC malah memiliki efek samping yang cukup berbahaya. Oleh karena itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencabut rekomendasi untuk LQC yang masuk lewat jalur donasi.


Salah satu alasannya adalah karena efek obat herbal tersebut memiliki tingkat risiko yang lebih besar daripada manfaatnya. Kandungan yang dimaksud adalah ephedra.


Praktisi kesehatan Prof Dr dr Purwantyastuti, MSc, SpFK, menjelaskan, ephedra merupakan kandungan obat herbal berbahaya dan harus dikonsumsi di bawah pengawasan dokter. Apa alasannya?


"Ephedra itu cara kerjanya merangsang sistem syaraf simpatik, yaitu kerja jantung kita, kerja otak kita menjadi bekerja lebih keras. Bayangkan kalau itu terjadi terus menerus? Tentu akan ada sesuatu yang terjadi dengan jantungnya, maupun otak,” kata Prof Purwantyastuti dalam acara webinar yang disiarkan di kanal Badan POM RI.


Penggunaan obat yang mengandung ephedra juga masuk ke dalam list herbal yang tidak boleh digunakan di banyak negara, termasuk Indonesia. Hal tersebut karena dampak penggunaannya yang bisa menyebabkan kematian.


“Dia masuk ke dalam negative list, herbal yang tidak boleh digunakan ASEAN. Mengapa dilarang? Kita belajar dari Amerika, dia melarang ephedra karena banyak kematian yang disebabkan oleh penggunaan ephedra,” jelasnya.


Kasus kematian di Amerika tersebut, sambung dia, menimpa para atlet yang mengonsumsi suplemen mengandung ephedra secara terus menerus atau jangka panjang. Kasus tersebut terjadi di sekitar tahun 1990-an.


Tapi, ada beberapa produk LQC yang mendapat izin edar BPOM. Dia menjelaskan, obat herbal tersebut tidak menggunakan ephedra. “Untuk Lianhua yang sudah melalui tahap di Badan POM, dan dapat izin edar karena dia tidak mengandung ephedra. Jadi kami menilai ini relatif sangat aman,” ujarnya.


Menurutnya, obat yang memiliki izin edar dari BPOM adalah yang membantu meredakan panas dalam, disertai tenggorokan kering, dan membantu meredakan batuk.


"Selain itu juga ada penandaan bahasa Indonesia, ini yang sudah dapat izin,” kata Deputi bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM dr Reri Indriani.

Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan