Taufik

Intisari Tauhid [35] LARANGAN MENUNAIKAN NADZAR KEMAKSIATAN Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللهَ فَلْيُطِعْهُ، وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَ اللهَ فَلَا يَعْصِهِ Barangsiapa yang bernadzar untuk menaati Allah, hendaklah dia menaati-Nya. Akan tetapi, barangsiapa bernadzar untuk bermaksiat terhadap Allah, janganlah dia bermaksiat terhadap-Nya (dengan melaksanakan nadzar itu).” (HR. Bukhari) Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam memerintah orang yang bernadzar dalam ketaatan agar dia hendaknya menunaikan nadzarnya, seperti seseorang yang bernadzar untuk mengerjakan shalat, bersedekah, atau amal ketaatan lainnya, dan melarang orang yang bernadzar dalam kemaksiatan untuk menunaikan (nadzar) tersebut, seperti seseorang yang bernadzar untuk menyembelih untuk selain Allah, mengerjakan shalat di kuburan, bepergian untuk mengunjungi kuburan, atau kemaksiatan lain. Hadits ini menunjukkan bahwa nadzar itu ada yang berupa ketaatan, tetapi ada pula yang berupa kemaksiatan, juga menunjukkan bahwa nadzar adalah ibadah. Barangsiapa yang bernadzar untuk selain Allah, sungguh ia telah mempersekutukan Allah dalam ibadah kepada-Nya. Faedah Hadits 1. Bahwa nadzar adalah ibadah maka memalingkan (nadzar) kepada selain Allah adalah kesyirikan. 2. Kewajiban untuk menunaikan nadzar ketaatan. 3. Keharaman untuk menunaikan nadzar kemaksiatan. [Diringkas dari Kitab Penjelasan Ringkas Kitab Tauhid karya Syaikh Shalih Al-Fauzan]


Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan