Ingin Membayar Hutang, Namun Orangnya Sulit Dicari, Harus Bagaimana?
Ust. Zulfikarullah

Meninggalkan dunia dengan tunggakan hutang belum terbayarkan berpotensi memasukkan kita ke Neraka-Nya, sehingga hendaknya segera diselesaikan seluruh bentuk hutang piutang, atau meminta keridhaan pemberi hutang, atau berusaha bersungguh-sunggu dalam sisa kehidupan membayarkannya. Adapun jika pemberi hutang sudah tidak bisa ditemukan, maka berupayalah dengan bersungguh-sungguh untuk mencarinya baik melalui sosial media, iklan, dan segala cara yang memungkinkan, termasuk mencoba mencari teman-temannya, atau ahli warisnya.

Berdo’alah agar dapat dipertemukan. Jika tetap tidak bertemu setelah beragam cara dan waktu yang maksimal, maka bersedekahlah dengan sejumlah hutang yang sama untuk kepentingan kaum muslimin, namun jika setelah bersedekah sahabat bertemu dengannya, mintalah keridhaannya, jika ia tidak ridha, maka tetap sahabat berusaha membayarkannya kembali, karena kewajiban tidak bisa dihapuskan dengan anjuran, hutang tidak bisa digantikan dengan sedekah jika masih memungkinkan dikerjakan.

Berkata Imam Nawawi dalam madzhab Syafi’i:

قَالَ الْغَزَالِيُّ إذَا كَانَ مَعَهُ مَالٌ حَرَامٌ وَأَرَادَ التَّوْبَةَ وَالْبَرَاءَةَ مِنْهُ فَإِنْ كَانَ لَهُ مَالِكٌ مُعَيَّنٌ وَجَبَ صَرْفُهُ إلَيْهِ أَوْ إلَى وَكِيلِهِ فَإِنْ كَانَ مَيِّتًا وَجَبَ دَفْعُهُ إلَى وَارِثِهِ وَإِنْ كَانَ لِمَالِكٍ لَا يَعْرِفُهُ وَيَئِسَ مِنْ مَعْرِفَتِهِ فَيَنْبَغِي أَنْ يَصْرِفَهُ فِي مَصَالِحِ الْمُسْلِمِينَ الْعَامَّةِ كَالْقَنَاطِرِ وَالرُّبُطِ وَالْمَسَاجِدِ وَمَصَالِحِ طَرِيقِ مَكَّةَ وَنَحْوِ ذَلِكَ مِمَّا يَشْتَرِكُ الْمُسْلِمُونَ فِيهِ وَإِلَّا فَيَتَصَدَّقُ بِهِ عَلَى فَقِيرٍ أَوْ فُقَرَاءَ

Ghazali menyebutkan, barangsiapa yang menyimpan harta haram dan ia hendak bertaubat dan hendak berlepas diri dari harta haram tersebut. Jika ada pemiliknya maka dikembalikan padanya atau kepada wakilnya. Jika pemiliknya sudah meninggal, wajib menyerahkan kepada ahli warisnya. Namun jika pemilik dan ahli warisnya tidak diketahui juga dan sudah bersungguh-sungguh mencari, maka hendaknya harta tersebut disedekahkan untuk kemaslahatan kaum Muslimin, seperti untuk membangun jembatan, masjid, menjaga perbatasan negara Islam, dan sektor lain yang bermanfaat untuk segenap kaum Muslimin atau boleh juga ia sumbangkan kepada fakir miskin._ *[Majmu’ Syarh Muhazzab (9/3510]

Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan