Ini Dia Bahayanya Tidur Setelah Makan, Awas Moms!

Orami Parenting

Tidur setelah makan apakah baik untuk tubuh?



Moms pasti sering mengalami perasaan mengantuk setelah makan. Bahkan, Moms harus menahan mata agar tetap terbuka setelah makan. Ingin tidur setelah makan merupakan fenomena yang sering dialami oleh semua orang di seluruh dunia.


Secara umum, mengantuk setelah makan adalah hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadimya fenomena pasca makan ini, seperti sedang menggati pola makan karena penurunan berat badan dan kebiasaan tidur. Namun, rasa kantuk setelah makan juga bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan Moms. Misalnya, sedang mengidap diabetes , alergi makanan, anemia atau penyakit lainnya.


Efek Tidur Setelah Makan



foto: freepik.com


Salah satu hubungan paling signifikan makan dan tidur adalah ritme sirkadian. Ritme sirkadian adalah sistem siklus 24 jam yang bertindak sebagai jam bagi tubuh kita. Jam-jam ini mengatur segalanya mulai dari fungsi otak, pelepasan neurotransmiter, seberapa mengantuk Moms, dan seberapa nyenyak Mos tidur.


Journal of Clinical Sleep Medicine menjelaskan pola makan seseorang memberikan dampak langsung terhadap kualitas tidur Moms. Seseorang yang konsumsi makanan rendah serat, tinggi gula dan tinggi lemak dilaporkan memiliki kualitas tidur yang tidak nyenyak dan lebih sering terangsang di malam hari.


Moms bisa menyimpulkan bahwa kandungan nutrisi yang ada di dalam makanan sehari-hari dapat mempengaruhi ritme sirkadian, fungsi otak, tidur, dan kondisi tubuh secara keseluruhan.


Studi mengenai bagaimana nutrisi dan senyawa makanan memengaruhi kualitas tidur saat ini masih dalam tahap awal. Namun, beberapa penelitian sudah membuktikan bahwa efek makan sebelum tidur sangat dipengaruhi dengan nutrisi dari makanan yang Moms konsumsi.


Salah satu yang paling menarik dalam penelirian mengenai tidur setelah makan adalah efek triptofan, asam amino, terhadap tidur. Jurnal Pharmacopsychiatry menemukan bahwa meningkatkan kadar triptofan dalam darah secara langsung meningkatkan produksi serotonin dan melatonin, dua neurotransmiter yang membantu mengatur awal tidur.


Makanan kaya protein tertentu seperti susu, selai kacang dan kalkun mengandung triptofan dosis tinggi, tak heran kalau jenis makanan ini sering direkomendasikan sebagai cemilah tengah malam.


Journal of Pineal Research menunjukkan bahwa melatonin yang ada dalam beberapa makanan seperti telur dan ikan, dan beberapa buah beri dan kacang-kacangan dapat secara langsung memengaruhi kesehatan dan kualitas tidur manusia.


Namun, dampak makanan terhadap kualitas tidur tidak terbatas terhadap apa yang dimakan. Ketika Moms konsumsi makanan berat sebelum tidur, pengaruh signifikan yang diberikannya pada ritme sirkadian Moms dapat merusak beberapa sistem tubuh yang rapuh.


Selain itu, konsumsi makanan besar dapat memicu beberapa masalah, seperti gangguan pencernaan dan metabolisme yang dapat mengganggu tidur dan kesehatan Moms secara keseluruhan.


Bahaya Tidur Setelah Makan



Foto: freepik.com


Saat ini, tidak ada indikasi ilmiah yang jelas bahwa makan sebelum tidur memiliki dampak fisiologis langsung terhadap fungsi organ di dalam tubuh. Namun, tidak dapat dipungkiri, kalau Moms memang selalu merasa lesu dan kemungkinan besar mengalami penurunan energi yang sangat tajam. Sehingga, rasa kantuk tidak dapat dihindari setelah makan.


Beberapa penelitian menyarankan untuk tidak tidur setelah makan. Karena hal ini dapat memberikan efek negative terhadap tubuh. Lalu, apa saja bahaya tidur setelah makan? Yuk simak artikelnya berikut Moms.


1. Masalah Pencernaan


Posisi paling efektif untuk proses pencernaan dalam tubuh adalah tegak, baik duduk ataupun berdiri. Saat Moms duduk atau berjalan dalam keadaan tegak, sistem pencernaan akan menghadapi hambatan kecil dalam mencerna makanan. Posisi ini juga dapat memaksimalkan laju pencernaan dan penyerapan makanan.


Di sisi lain, saat Moms tidur dengan posisi miring, pencernaan akan mengalami perlambatan. Metabolisme yang lambat ditambah konsumsi makanan dapat menjadi bencana untuk tubuh Moms. Karena Moms akan merasa tidak nyakan dan juga kesulitan untuk tidur karena sakit perut. Jika hal ini dilakukan secara berulang, Moms akan mengalami sejumlah masalah pencernaah, seperti GERD dan heartburn.


Penyakit Refluks Gastroesofageal (GERD) adalah penyakit yang berasal dari pencernaan yang tidak tepat. GERD terjadi ketika isi perut kembali ke kerongkongan, menciptakan ketidaknyamanan dan sensasi terbakar. Ada sejumlah faktor risiko lain yang dapat membuat Moms mengalami kondisi tersebut, dan salah satunya adalah tidur setelah makan.


Selain itu, Moms juga akan merasakan sensasi terbakat yang terjadi di sekitar tenggorokan dan tulang dada. Kondisi ini sering kali sejalan dengan GERD. Kedua masalah tersebut sering kali berasal dari masalah pencernaan, yang dapat dipicu dengan berbaring segera setelah makan.


2. Penambahan Berat Badan


Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan peningkatan rasa lapar di siang hari karena ketidakseimbangan hormon dan membuat kecenderungan untuk makan berlebihan. Sehingga tidak heran, kalau Moms suka tidur setelah makan mengalami masalah degan berat badan.


Kondisi ini biasanya terjadi kepada Moms yang suka begadang di malam hari. Moms yang suka bergadang di malam hari, biasanya akan merasa lapar tengah malam. Karena tidak ingin repot, Moms akan memilih makanan instan yang mudah untuk dikonsumsi.


Tidak heran, kalau Moms yang sudah begadang sering kali memilih makanan tinggi karbohidrat, tinggi gula, dan padat kalori seperti es krim, keripik kentang, dan burger yang dapat menyebabkan ukuran lingkar pinggang Moms melebar dalam waktu singkat.


3. Menahan Kantuk dan Waktu Tidur Terganggu


Beberapa jenis makanan tertentu dapat menyebabkan gangguan tidur. Makanan berlemak dapat menyebabkan kembung, sembelit, dan sakit perut, yang secara signifikan dapat menurunkan kualitas tidur Moms. Makanan pedas dapat menyebabkan gangguan pencernaan, mulas, dan refluks asam. Stimulan seperti alkohol dan kopi juga dapat mengganggu kualitas tidur Moms.


Namun, meskipun tidur dengan perut kenyang dapat merusak kualitas tidur Moms, mencoba tidur dengan perut kosong juga tidak akan membantu. Perut kosong yang menggeram sering kali dapat menimbulkan ketidaknyamanan yang sama seperti saat merasa kenyang.


Kunci untuk menemukan keseimbangan adalah memberikan cukup waktu setelah makan terakhir sebelum tidur. Selain itu, jika Moms perlu ngemil, pilihlah makanan ringan dan sehat yang dapat membuat perbedaan.


Tidur Setelah Makan Menurut Islam



foto: freepik.com


Tidur setelah makan menurut islam juga tidak dianjurkan. Para ulama menyebut bahwa tidur setelah makan menurut islam hukumnya makruh (jika tidak ada udzur jangan diekerjakan).


Rasulullah SAW besabda:


“Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “Janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat kalian menjadi keras” (HR Abbu Nua’im, dari Aisyah, ra).


Imam as-Syafi’I berkata:


“Sudah 16 tahun aku tidak pernah makan sampai kenyang, sebab makan sampai kenyang itu memberatkan badan, mengeraskan hati, menghilangkan kecerdasan, menyebabkan tidur pulas, dan membuat seseorang malas dari ibadah.


Walaupun tidur merupakan salah satu hal penting untuk kesehatan, tetapi Moms juga perlu memperhatikan waktunya ya. Karena menurut kesehatan dan juga Islam, tidur setelah makan memberikan efek yang tidak baik untuk tubuh.

Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan