Ketahui Ketentuan Kurban dengan Kambing Sebelum Membelinya

Khasanah Islam


Para Ulama sudah sepakat bahwa berkurban ialah ibadah yang disyariatkan bagi mereka yang memenuhi beberapa kriteria, yaitu Islam, merdeka, baligh dan berakal serta mampu (Mughnil Muhtaj, 4/283).


Namun, masih ada juga umat Islam yang belum mengetahui ketentuan kurban dengan kambing.


Apa Saja Ketentuan Kurban dengan Kambing?


Berkurban menjadi salah satu ibadah yang disyariatkan dalam rangka untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan dikhususkan bagi mereka yang beriman.


Allah SWT berfirman,


“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” (QS. Al Kautsar: 2).


Perintah berkurban tersebut disandingkan dengan perintah untuk shalat. Hal tersebut seolah memberikan isyarat bahwa berkurban merupakan ibadah yang ketentuan umumnya sama dengan ibadah lainnya.


Dalam kitab-kitab fikih juga disebutkan bahwa terdapat tiga jenis hewan yang digunakan untuk melakukan ibadah kurban ialah unta, sapi, dan kambing.


Masing-masing dari ketiga hewan tersebut tentu memiliki kententuannya masing-masing yang sudah ditetapkan oleh syariat sebelum dijadikan hewan kurban.


Khusus untuk hewan kambing, ada juga beberapa ketentuan yang harus kamu ketahui dan patuhi agar ibadah kurban yang kamu lakukan sah menurut syariat.


Pertama, harus kamu ketahui bahwa hewan kambing hanya boleh dijadikan kurban bagi satu orang saja. Ibnu Hajar Alhaitami mengungkapkan dalam kitabnya Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj, bahwa ulama telah sepakat satu kambing hanya bisa kamu gunakan untuk kurban satu orang saja dan tidak boleh lebih.


“Seekor kambing kurban memadai untuk satu orang, dan tidak memadai untuk lebih dari satu orang. Tetapi kalau salah seorang dari anggota keluarga berkurban dengan satu ekor, maka memadailah syiar Islam di keluarga tersebut. Ibadah kurban dalam sebuah keluarga itu sunah kifayah. Masalah ini sudah dibahas di awal bab,” (Lihat An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, juz 8, halaman 397).


Lebih lanjut lagi, Ibnu Hajar juga mengulas mengenai praktik kurban Rasulullah SAW. Ia mengungkapkan bahwa kurban memang hanya untuk satu orang saja. Namun, orang yang berkurban bisa berbagi pahalanya dengan orang lain.



Kedua, kambing yang digunakan untuk berkurban ialah kambing jenis domba yang usianya sudah 1 tahun, atau minimal berumur 6 bulan jika dirasa sulit untuk menemukan domba yang umurnya 1 tahun.


Sedangkan untuk kambing yang biasa, minimal umurnya 1 tahun dan sudah masuk tahun ke 2.


Ketiga, hewan juga harus bebas dari cacat dan aib yang bisa mengurangi kualitas hewan kambing tersebut.


Harus kamu ketahui bahwa ada empat cacat dan aib yang membuat hewan kambing tidak boleh dijadikan hewan kurban, yaitu:


1. ‘Aura’ atau buta sebelah yang tampak terlihat jelas,

2. ‘Arja’ atau pincang yang tampak terlihat jelas,

3. Maridhah atau sakit yang tampak terlihat jelas,

4. ‘Ajfa’ atau kurus hingga kering yang membuat sumsum hilang.


Keempat, hewan kambing yang digunakan untuk berkurban tersebut juga harus disembelih setelah shalat Idul Adha hingga matahari mulai terbenam pada hari terakhir tasyriq.


Jika kambing tersebut disembelih selain waktu-waktu tersebut, hukumnya menjadi tidak sah.


Selain itu, disunnahkan juga untuk orang yang berkurban untuk mengonsumsi sebagian dari hewan kurbannya, menghadiahkannya dan bershadaqah dengannya.


Hal tersebut juga bisa dilihat dari ukurannya, namun yang paling baik menurut para ulama ialah memakan sepertiganya, menghadiahkan sepertiganya dan bershadaqah sepertiganya.


Sobat Moslem, itulah empat ketentuan kurban dengan kambing. Semoga rencana berkurban kamu di tahun ini lancar, ya!

Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan