Pahala Besar Menanti Mak Comblang
Shofa Yanti- umma

Apabila dua hati telah menemukan tambatannya maka Islam menganjurkan untuk segera menikah. Bahkan orang tua dilarang menghalangi anak-anaknya untuk menikah jika syariatnya sudah terpenuhi.


Menurut pendakwah Ustaz S Miharja, pernikahan adalah hal yang harus diwujudkan untuk terhindar dari bahaya besar. Rasulullah SAW bersabda:


إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ


"Apabila datang kepada kalian orang yang kalian ridai akhlak dan agamanya, maka nikahkanlah ia, jika tidak kalian lakukan akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang luas." (HR. Tirmidzi).



(Foto: wolipop)


Berkaitan dengan perkara menikah, saat ini telah hadir berbagai komunitas atau lembaga yang menyediakan jasa layanan taaruf atau jika ingin menggunakan bahasa keseharian orangnya disebut sebagai mak comblang.


Agama Islam tidak melarang kegiatan saling menjodohkan asalkan sesuai syariat. Nah, Sahabat umma di sini ada yang pernah jadi mak comblang atau dicomblangin, kah?


"Mencarikan jodoh orang lain, termasuk menjadi mak comblang merupakan amalan berpahala taawun; tolong menolong dalam kebaikan," tutur Ustaz Miharja ketika dihubungi umma melalui pesan singkat, Selasa (11/2/2020).


Mengenai taawun, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Maidah ayat 2:


وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى


"Lakukanlah tolong menolong dalam kebaikan dan takwa."


Menurut Ustaz Miharja, membantu mencarikan jodoh untuk orang lain termasuk sebaik-baik pertolongan. Dalam hadis riwayat Imam Ibnu Majah Nabi Muhammad SAW bersabda :


مِنْ أَفْضَلِ الشَّفَاعَةِ أَنْ يُشَفَّعَ بَيْنَ الِاثْنَيْنِ فِي النِّكَاحِ


"Sebaik-baik pertolongan adalah menjodohkan dua orang (seorang laki-laki dan perempuan) dalam pernikahan."


Ustaz Miharja mengatakan, pahala menjodohkan dua orang laki-laki dan perempuan sangat berlimpah. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah:


مَنْ مَشَى فِيْ تَزْوِيْجِ اْمرَأَةٍ حَلَالاً يَجْمَعُ بَيْنَهُمَا رَزَقهُ اللهُ تعَالى أَلْفَ امْرَأَةٍ مِنَ اْلحُوْرِ اْلعَيْنِ كُلُّ امْرَأَةٍ فِيْ قَصْرٍ مِنْ دُرٍّ وَيَاقُوْتٍ وَكَانَ لَهُ بِكُلِّ خَطْوَةِ خَطَاهَا أَوْ كَلِمَةٍ تَكَلَّمَ بِهَا فِيْ ذَلِكَ عِبَادَةُ سَنَةٍ قِيَامِ لَيْلِهَا وَصِيَامِ نَهَارِهَا


"Barang siapa berupaya menikahkan seseorang pada wanita secara halal dan hendak mengumpulkan (menikahkan) keduanya, maka Allah akan memberi rezeki padanya berupa seribu bidadari. Dan setiap bidadari berada di istana yang terbuat dari mutiara dan yaqut, untuk setiap langkah kakinya dan kalimat yang diucapkannya ditulis baginya pahala ibadah setahun yang malamnya digunakan untuk ibadah semalam dan siangnya digunakan untuk berpuasa."


"Memang menjodohkan orang lain tidak selalu berujung kepada pernikahan. Namun menjodohkan orang lain tetap memiliki keutamaan ibadah, dengan pahala penuh nilai kebaikan," ujar Ustaz Miharja.


Jadi, tidak ada salahnya jika kamu menjodohkan saudara atau temannya karena insyaAllah akan mendapatkan pahala. Namun tetap ya, harus sesuai syariat Islam ya.

Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan