Realisasi Anggaran PEN Capai Rp 377,5 Triliun

Republika.co.id


Realisasi paling signifikan terjadi di klaster perlindungan sosial Rp 108,16 triliun.


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Realisasi Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 hingga 10 September mencapai Rp 377,5 triliun. Artinya, sudah 50,7 persen dari pagu sebesar Rp 744,77 triliun.


Perkembangan realisasi yang signifikan terjadi pada klaster perlindungan sosial (Perlinsos) dan kesehatan. Realisasi anggaran kesehatan Rp 93,45 triliun atau 43,5 persen dari pagu Rp 214,96 triliun dan anggaran Perlinsos terealisasi Rp 108,16 triliun atau 58 persen dari pagu Rp 186,64 triliun.


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, salah satu bantuan yang termasuk Program Perlinsos yakni Bantuan Tunai untuk pedagang kaki lima dan warung (BT-PKLW) yang telah diluncurkan di Kota Medan pada 9 September. Skema BT-PKLW ini ditujukan bagi satu juta PKL dan pemilik warung serta disalurkan melalui Polri dan TNI dalam bentuk uang tunai Rp 1,2 juta setiap PKL/W.


Anggaran yang digunakan yakni DIPA Polri dan TNI masing-masing Rp 600 miliar dengan target 500 ribu penerima. Mekanisme dan sistem penyalurannya melalui pendataan, penetapan calon penerima, dan penyerahan dana secara tunai di Polres atau Kodim.


“Kriteria penerima bantuan tunai ini PKL dan pemilik warung yang tidak menerima Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), kemudian lokasi usahanya berada pada Kabupaten/Kota yang menerapkan PPKM Level 4 berdasarkan Inmendagri Nomor 27 dan 28 Tahun 2021. Kriteria Pengalokasian per daerah dilakukan secara proporsional berdasarkan populasi penduduk dan data referensi PKL/warung dari Dinas Koperasi dan UKM kabupaten/kota,” tutur Airlangga dalam konferensi pers virtual, Senin (13/9).


Pada kesempatan itu, Airlangga juga menyatakan, pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan pada wilayah Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali semakin menunjukkan hasil positif setiap pekannya. Di seluruh provinsi Luar Jawa-Bali, dapat dilihat tren kasus konfirmasi per 100 ribu penduduk per pekan sudah menurun dan terus mengalami perbaikan.


“Momentum penurunan kasus sampai di bawah 100 ribu ini harus terus dijaga. Masyarakat jangan euforia karena angka kasus turun, karena varian Delta dan pandemi Covid-19 yang tidak mudah diprediksi," ujar dia. Pemerintah, lanjutnya, juga berusaha mencegah masuknya varian baru, baik melalui jalur udara, laut, dan darat. Koordinasi antarkementerian atau lembaga (K/L) akan terus ditingkatkan.

Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan