Sahkah Niat Puasa Ramadhan setelah Subuh?
Hidayatuna


HIDAYATUNA.COM – Terkait keabsahan niat puasa, selama ini yang kita ketahui adalah orang yang berpuasa ramadhan wajib berniat pada setiap malam harinya. Sedangkan problemnya disebabkan karena berbagai kesibukan kita lantas sering melupakan niat puasa di malam hari bahkan terlewat sahur. Lantas bagaimana menyikapi masalah ini, bolehkan kita berniat puasa ramadhan setelah subuh ?


Jawaban dari masalah jelas bahwa puasanya tidak sah, kecuali ia berpuasa mengikuti madzhab Abu Hanifah, dan hal ini diperbolehkan namun ia harus mengetahui syarat dan rukun puasa menurut madzhab Abu Hanifah.


Hal ini dijelaskan dalam kitab Fathul Mu’in, berikut terjemahnya :


“Fardlunya puasa adalah niat didalam hati, dan tidak disyaratkan mengucapkan niat, akan tetapi hanya disunnahkan (mengucakannya)… andaikan seseorang berniat puasa pada malam pertama Ramadhan dengan niat puasa satu bulan penuh, maka niatnya dianggap belum bisa mencukupi untuk selainnya hari yang pertama.”


“Guru kita (Ibnu Hajar) berkata, tapi hal itu sebaiknya dilakukan, agar puasa pada hari yang lupa diniati bisa sah menurut madzhab Malik, sebagaimana baginya disunnahkan berniat di pagi hari yang lupa untuk diniati, agar puasanya bisa sah menurut madzhab Abu Hanifah.


“Dan itu sudah jelas, bahwa tercapainya puasa tersebut jika ia ber-taqlid (mengikuti imam Malik dalam niat puasa pada malam pertama bulan Ramadhan dengan niat puasa satu bulan penuh, atau mengikuti pendapat Abu Hanifah yang memperbolehkan niat puasa pada pagi hari), Dan jika tidak ber-taqlid, berarti ia melaksanakan ibadah yang fasid (rusak) dan hal tersebut haram hukumnya”


Sumber : Menjawab Problematika Fikih Keseharian

Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan