Sahur itu Pembeda Kita dengan Orang-orang Kafir

Ibrahim Abbad



JANGAN tinggalkan sahur ketika hendak berpuasa. Entah itu puasa Ramadan ataupun sunnah, sahur berbuah banyak keberkahan. Salah satunya, pembeda kita dengan orang-orang kafir.


IMAM an-Nawawi rahimahullah menjelaskan keberkahan Sahur seraya mengatakan:


"Adapun barakah makanan sahur secara dhahir (nampak), yaitu dengan kuatnya badan ketika berpuasa, menjadikannya giat beribadah, menjadikannya termotivasi ingin menambah lagi amalan puasanya, karena nampak ringan puasa baginya setelah makan sahur, dan inilah makna yang sesungguhnya dari makan sahur.


Kemudian juga dengan bangun sahur dapat menjadikannya berdoa dan berdzikir di waktu yang mulia, yaitu waktu ketika Allah taala turun, dan diterimanya doa dan diampuninya dosa. Seorang yang bangun sahur dapat berwudhu kemudian shalat malam, kemudian mengisi waktunya dengan doa, dzikir, dan shalat malam, dan menyibukkan diri dengan ibadah lainnya hingga terbit fajar." [Syarh Nawawi li Shahih Muslim 7/206].


Tak hanya itu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menegaskan sahur adalah pembeda kita dengan orang-orang kafir yang juga menjalankan ibadah puasa di agamanya.


Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Perbedaan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani) adalah makan sahur." [HR. Muslim].

Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan