Semangat Syifa, Tetap Berprestasi dalam Keterbatasan Sekolah

S Dzakiyyah-umma

Satu jam dari pusat Kabupaten Lebak, terdapat satu sekolah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Sekolah itu bernama Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Islam. Lokasinya ada di Kampung Cikanyere, Desa Cinungur, Lebak, Banten.


Sekolah tersebut hanya memiliki beberapa ruang kelas yang sudah tak layak pakai. Lalu, satu kamar mandi dan toilet dengan debit air yang tak juga lancar. Beberapa bangunannya pun sudah rapuh dan lantainya juga masih beralaskan tanah.


Di situlah Siti Asyifa Aulia (8) bersekolah. Dengan segala kekurangan yang dimiliki sekolah itu, gadis kecil yang akrab disapa Syifa tersebut, masih mampu menjadi siswa yang beprestasi.



Siti Asyifa Aulia (8). (Foto: S Dzakiyyah)


“Suka juara satu di kelas, dari kelas satu juara,” cerita Syifa saat diwawancarai umma, di MI Nurul Islam, Kampung Cikanyere, Desa Cinugur, Lebak, Banten, Sabtu (31/8/2019).


Syifa menceritakan, kondisi sekolahnya memang tidak mendukung untuknya belajar. Acapkali dia dan teman-temannya batuk karena debu yang dihasilkan dari lantai kelas yang masih beralaskan tanah tersebut.


Namun kata Syifa, debu itu tidak menjadi penghalang ia untuk tetap bersekolah. Sebab, sekolah baginya adalah tempat bertemu dan bermain dengan teman-temannya sambil belajar.


“Asyik aja, ketemu sama teman dan guru. Cuma gak asiknya kalau ada yang ganggu,” ucapnya polos sambil menunjuk-nunjuk temannya.  


Syifa memang lahir dengan keterbatasan pendidikan di desanya. Namun orang tuanya tak pernah menyerah untuk memberikan pendidikan terbaik untuk anaknya, terutama di rumah.


"Suka ada pelajaran tambahan di rumah, diajarin sama ibu,” lanjut Syifa.


Dukungan dari kedua orang tuanya inilah yang mempuat Syifa tak pantang mneyerah. Bahkan dia juga mengaku sangat menyukai pelajaran agama. Kelak dia akan menjadi seorang ustazah.

Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan