LIPI Jalin Kerja Sama Tingkatkan Kapasitas Keilmuan Tes Covid-19

Daulat - umma

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjalin kerja sama dengan PT Satu Laboratika Utama untuk melakukan tes deteksi coronavirus disease 2019 (Covid-19) sebagai upaya pencegahan penyakit virus corona baru itu.


Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko mengatakan, tujuan utama kerja sama ini untuk meningkatkan kapasitas keilmuan terkait uji tes Covid-19. Selain itu juga untuk segera dapat melakukan respon yang cepat dan tepat dalam menghadapi epidemi Covid-19.


(Foto: Humas LIPI)


"Secara statistik, kasus (masyarakat) yang dites seharusnya minimal dua juta kasus untuk mereprentasikan jumlah kasus di Indonesia," kata Handoko dalam keterangan pers, Rabu (22/4/2020).


Dia melanjutkan, diperlukan database yang komprehensif untuk studi epidemologi terutama setelah musim hujan mereda dengan catatan virus SARS-nCoV2 belum bermutasi.


Dia menjelaskan, LIPI sudah melakukan tindakan preventif sedini mungkin terkait fasilitas-fasilitas yang dimiliki. Prosedur operasional standar tes yang dilakukan LIPI sudah sesuai dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Namun masih ada kendala umum yang ditemui yaitu qualiti control yang belum otomatis.


“LIPI membuat ekstraksi, namun masih manual. Formulanya sudah tahu namun belum otomasi,” jelas Handoko.


Pengusaha dari Grup Bosowa Erwin Aksa mengatakan, kurangnya tes yang dapat dilakukan terhadap penduduk Indonesia menjadi salah satu alasan pentingnya penandatanganan nota kesepakatan ini. 


“Tes yg dilakukan di Indonesia masih berfokus pada kasus yang sudah kondisi parah, tidak pada carrier tanpa gejala,” ujanya.


Erwin menambahkan bahwa kapasitas tes COVID-19 harus segera ditingkatkan untuk segera dapat memberikan respon yang tepat atau mendapatkan angka real penderita penyakit ini. 


“Sebelum diketemukannya vaksin, pentingnya tes ilmiah yang tepat untuk dapat dilakukan oleh pihak yang qualified,” jelasnya.


Erwin menuturkan, kemampuan ilmiah LIPI dapat diformulasi dengan standar industrial dengan bekerjasama dengan swasta. Targetnya adalah dapat melakukan tes setidaknya kepada 2 juta rakyat Indonesia. 


“Perlu adanya keteladanan dari pemimpin bagi masyarakat untuk perubahan-perubahan sosial yang harus dilakukan oleh masyarakat dalam menyikapi COVID-19,” tambahnya.

Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan