Motivasi Jadi Hafiz dari Ustaz Hadiyan yang Tunanetra

Tya Eka-umma

Banyak muslim yang ingin jadi hafiz namun ada saja kendalanya. Kebanyakan tidak punya waktu dan sibuk dengan urusan duniawi. Sementara itu ada banyak teladan hafiz yang bisa dekat dan hafal Al-Qur'an meski memiliki keterbatasan fisik. Seperti Ustaz Hadiyan Akbar. Dia adalah seorang tunanetra yang juga merupakan penghafal Al-Qur'an. 


"Ada berapa banyak ayat Al-Qur'an yang sudah kita dengar, baca dan sudah berapa banyak yang sudah disimpan dalam hati. Satu hari 1 ayat, mudah-mudahan bisa hapal 30 juz. Kita semua pasti ingin memberikan mahkota pada orang tua kita sebagai penghafal Al-Qur'an. Kita juga pasti ingin masuk surga, hafal Al-Qur'an adalah kuncinya," ujar Hadiyan dalam acara "Sedekah Akbar Indonesia" di GOR C'tra Jalan Cikutra Kota Bandung, Minggu (16/2/2020).


Ustaz Hadiyan Akbar. (Foto: Tya Eka Yulianti-umma)


Di dunia ini ada orang yang tidak bisa mendengar, tidak bisa melihat, tidak bisa berbicara, bahkan mengalami kelumpuhan otak. "Tapi ajaibnya, Al-Qur'an bisa dihafalkan oleh mereka yang terbatas dan lumpuh otaknya," katanya.


Hadiyan mencontohkan dirinya, yang secara kasatmata tak bisa melihat namun bisa menghafal Al-Qur'an hingga menjuarai MTQ tingkat internasional. "Saya mungkin tidak bisa melihat, tapi saya bisa juara di Iran dan Kuwait," tutur Hadiyan.


Di hadapan 3 ribu santri dan ribuan orang tua asuh di acara ini ia berharap akan ada banyak hafiz-hafiz berprestasi.

"Semoga adik-adik dan teman-teman di sini bisa meneruskan perjuangan saya, mengharumkan Indonesia lewat Al-Qur'an," katanya.


Dia mendoakan agar yang hadir dalam acara ini dimudahkan untuk belajar Al-Qur'an supaya bisa jadi penolong di dunia maupun di akhirat.

Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan