Permata Ramadhan di Tengah-tengah Wabah Covid-19 di Italia

Daulat - umma

Bulan Ramadhan yang mewajibkan umat Islam menjalankkan ibadah puasa selama seharian tidak menghalangi langkah Amal dan Simo menjadi sukarelawan lembaga kemanusiaan Palang Merah di kota Civitavecchia yang berlokasi di pelabuhan yang jaraknya 60 kilometer dari Ibu Kota Roma, Italia.


Kedua pemuda asal Maroko itu menjadi jantung dan jiwa sukarelawan di sana dalam menangani wabah coronavirus disease 2019(Covid-19). Kerja keras mereka dalam membantu warga lokal di sana teramat mahsyur, bahkan keringat mereka dijadikan teladan.


Civitavecchia. (Foto: wikimedia commons)


Amal (25) dan Simo (27) adalah lulusan program studi administrasi bisnis dari Marrakech dan mereka menunjukkan hasrat yang luar biasa dalam membantu sesama manusia.


Bahkan di bulan Ramadhan sekalipun, saat mereka harus berpuasa dan juga salat, Amal dan Simo tetap menunjukkan totalitas dalam bekerja bersama Palang Merah.


Amal biasanya bekerja di bagian administrasi, membantu roda kerja organisasi, dan dia juga bertanggung jawab atas pembagian kantong makanan kepada mereka yang tidak memiliki penghasilan selama wabah Covid-19 melanda, seperti pramusaji, koki, serta asisten toko.


"Mereka juga tidak sanggup menghidupi dan memberi makan keluarganya," kata Amal dikutip umma dari arabnews.com, Senin (4/5/2020).


Sementara Simo lebih banyak bekerja di lapangan. Menurutnya sebuah kehormatan bagi dirinya dapat terlibat dalam membantu warga Civitavecchia yang sedang dilanda kesusahan.


"Apa yang kami lakukan di Civitavecchia adalah konsep zakat yang sesungguhnya," kata Simo. Koran lokal Il Messaggero dalam sebuah artikelnya menyebut mereka sebagai 'Hadiah Ramadhan untuk Kota Kami'.


Amal dan Simo sudah berada di Civitavecchia beberapa bulan sebelum pandemi Covid-19 pecah di Italia. Saat itu mereka sedang mencari pekerjaan dan kemudian mendengar ada informasi pelatihan sukarelawan di sana.


"Simo sebelumnya sudah bekerja sebagai tukang batu. Kami memutuskan untuk bergabung karena pelatihan digelar pada malam hari dan itu tidak mengganggu waktu kerja. Kami diberikan pelatihan rehabilitasi kardiorespiratori," kata Amal.


Hari terakhir pelatihan menakdirkan mereka berdua dengan wabah pandemi yang baru dimulai di Italia dan entah kapan akan berakhir.

Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan