4 Hal yang Mendorong Pertumbuhan Asuransi Syariah (Part 1)

DompetKu

Asuransi syariah, baik di Indonesia maupun di dunia, sedang mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Walau memang tidak sepesat perkembangan perbankan syariah, namun peningkatannya cukup signifikan.



Hal ini didukung oleh proses yang transparan dan konsep tolong-menolong yang membuat pesertanya lebih nyaman. Selain itu, ada beberapa hal yang juga mendorong pertumbuhan industri syariah:

a. Semakin banyaknya unit asuransi syariah


Banyak perusahaan asuransi maupun reasuransi yang membuat unit syariah menjadi perusahaan asuransi atau reasuransi yang beroperasi secara penuh. Bahkan perusahaan asuransi asing juga banyak membuat unit asuransi syariah. Hal ini tentu memberikan banyak pilihan bagi nasabah dan juga semakin meningkatkan kesadaran nasabah akan produk asuransi syariah.


Beberapa perusahaan asing yang mempunyai unit syariah antara lain Allianz melalui Allianz Syariah, Prudential melalui PRUSyariah, Manulife melalui Asuransi Syariah Manulife, dan AIA melalui Asuransi Syariah AIA. Masing-masing perusahaan juga berlomba untuk memberikan produk yang menarik bagi nasabah, sehingga nasabah mempunyai banyak pilihan.


b. Tenaga pemasaran asuransi syariah yang semakin banyak


Data dari Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) menyebutkan bahwa hingga Juni 2016, sudah ada lebih dari 250.000 tenaga pemasar yang mendapatkan sertifikasi agen asuransi jiwa syariah. Jumlah tenaga pemasar sangat penting untuk dapat memajukan suatu industri dalam keuangan karena hambatan besar yang dihadapi adalah masih kurangnya pemahaman masyarakat akan dunia keuangan. Untuk itu, tenaga pemasar bertugas memberikan pengenalan dan juga edukasi pada masyarakat mengenai pentingnya produk keuangan dan manfaat yang bisa mereka dapat.


(Bersambung)

Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan