Batasan Mengambil Untung dalam Bisnis (Part 1)

DompetKu

Menjelang Ramadan, Lebaran atau hari-hari tertentu lainnya, harga-harga barang biasanya melonjak tinggi, bahkan terkadang sampai dalam batas yang tidak masuk akal. Misalkan harga cabai di hari biasa Rp. 20.000 perkilogram, maka pada hari Lebaran dapat mencapai Rp. 80.000 per kilogram. Begitupun misalnya atau harga tiket pesawat. Di hari menjelang Lebaran, harga tiket pesawat bisa naik hingga 100%, bahkan lebih.



Dalam hukum ekonomi, ketika permintaan meningkat maka harga pun akan naik. Sebaliknya, jika permintaan rendah maka harga akan turun. Pertanyaannya adalah, adakah batasan dalam mengambil keuntungan atau laba dalam Islam?


Dalam hukum Islam tidak ada batasan tertentu tentang seberapa besar seorang pebisnis boleh mengambil untung. Rasulullah Saw. pernah membeli seekor kambing dengan keuntungan 100%. Di lain kisah, sahabat Zubair ibn ‘Awwam membeli sebidang tanah dengan harga 170.000 kemudian anaknya, Abdullah ibn Zubair menjual kembali tanah tersebut dengan harga 1.600.000, artinya Abdullah bin Zubair menjual lebih dari 9 kali lipat.



Walau demikian Syaikh Wahbah al-Zuhaili mengatakan baiknya seorang pebisnis tidak mengambil untung lebih dari sepertiga modalnya. Pendapat lain seperti Ibnu ‘Arabi mengatakan bahwa pengambilan keuntungan harus melihat etika pasar. Tidak boleh mengambil untung terlalu besar. Karena jual beli adalah bagian dari akad mu’awadhah, yakni akad tukar menukar. Artinya ketika mengambil keuntungan yang terlalu besar maka hal tersebut sudah jatuh pada perbuatan mengambil harta orang lain dengan cara batil, bukan kategori tukar menukar.



Allah berfirman dalam surah Annisa ayat 29:



يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا



Artinya:



Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu.



(Bersambung)

Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan