Fiqh Memerdekakan Budak (Part 5)

DompetKu

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, kepada para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:


Berikut ini pembahasan lanjutan tentang memerdekakan budak, semoga Allah menjadikannya ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

Allahumma aamiin

.

Upaya Islam Untuk Memerdekakan Budak


Islam telah membuka pintu pembebasan serta menerangkan jalan-jalan untuk membebaskannya dari perbudakan serta menggunakan berbagai sarana untuk membebaskan mereka dari perbudakan.


Pertama

, membebaskan budak merupakan jalan menuju rahmat Allah dan surga-Nya, Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman:


فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ

(11)

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ

(12)

فَكُّ رَقَبَةٍ

(13)


"Tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki lagi sukar.--- Tahukah kamu apa jalan yang mendaki lagi sukar itu?--- (Yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,"

(Terj. QS. Al Balad: 11-13)


Kedua

, dalam hadits Al Barra' yang diriwayatkan oleh Ath Thayalsiy disebutkan:


جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ قَالَ: «لَئِنْ قَصَّرْتَ فِي الْخُطْبَةِ لَقَدْ عرَّضْتَ الْمَسْأَلَةَ، أَعْتِقِ النَّسَمَةَ وَفُكَّ الرَّقَبَةَ» قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَوَمَا هُمَا سَوَاءٌ؟ قَالَ: «لَا، عِتْقُ النَّسَمَةِ أَنْ تُفْرِدَ بِهَا وَفَكُّ الرَّقَبَةِ أَنْ تُعِينَ فِي ثَمَنِهَا، وَالْمِنْحَةُ الْوَكُوفُ وَالْفَيْءُ عَلَى ذِي الرَّحِمِ الظَّالِمِ» قَالَ: فَمَنْ لَمْ يُطِقْ ذَلِكَ؟ قَالَ: «فَأَطْعِمِ الْجَائِعَ وَاسْقِ الظَّمْآنَ» قَالَ: فَإِنْ لَمْ أَسْتَطِعْ؟ قَالَ: «مُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ» قَالَ، فَمَنْ لَمْ يُطِقْ ذَاكَ؟ قَالَ: «فَكُفَّ لِسَانَكَ إِلَّا مِنْ خَيْرٍ»


"Pernah datang seorang Arab baduwi kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku amalan yang memasukkanku ke surga?" Beliau menjawab, "Jika engkau memendekkan khutbah, maka engkau telah menghadapkan kepada permasalahan. Merdekakanlah jiwa dan lepaskan budak." Ia bertanya, "Wahai Rasulullah, bukankah keduanya sama saja." Beliau menjawab, "TIdak, memerdekakan jiwa adalah kamu sendiri yang memerdekakannya, sedangkan melepaskan budak adalah kamu membantu (dengan harta) harganya. Berikanlah susu dari hewan yang banyak susunya, dan berbuat baiklah kepada kerabat yang zalim." Ia bertanya lagi, "Bagaimana jika tidak mampu?" Beliau menjawab, "Berilah makan orang yang lapar dan berilah minum orang yang haus." Ia bertanya lagi, "Jika saya tidak mampu?" Beliau menjawab, "Suruhlah orang lain mengerjakan yang ma'ruf dan cegahlah kemungkaran." Ia bertanya lagi, "Jika ia tidak mampu?" Beliau menjawab, "Jagalah lisanmu kecuali untuk yang baik." (Dishahihkan oleh Al Albani dalam

Shahihul Jami'

no. 3976)


Ketiga,

Memerdekakan budak termasuk kaffarat dalam pembunuhan khatha' (tidak sengaja), Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman,

"Dan barang siapa membunuh seorang mukmin karena tersalah, (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman."

(Terj. QS. An NIsaa': 92)


Keempat,

memerdekakan budak juga sebagai kaffarat dalam sumpah yang dilanggar. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman,

"Maka kaffarat (melanggar) sumpah itu ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak."

(Terj. QS. Al Maa'idah: 89)


Kelima,

memerdekakan budak termasuk kaffarat Zhihar. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman,

"Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami istri itu bercampur."

(Terj. QS. Al Mujaadilah: 3)


Keenam,

Islam menjadikan termasuk tempat penyaluran zakat adalah untuk membelikan budak dan untuk memerdekakan mereka, lihat surat At Taubah: 60.


Ketujuh,

Islam memerintahkan diberlakukan mukaatabah, yakni mengadakan perjanjian antara tuan dengan budaknya agar budaknya merdeka dengan membayar sejumlah harta. Allah Subhaanahu wa Ta'aala berfirman,


"Dan budak-budak yang kamu miliki yang memginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka

[i]

, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. "

(Terj. QS. An Nuur: 33)


Kedelapan,

ketika seseorang bernadzar untuk memerdekakan budak, maka ia wajib memenuhi nadzarnya ketika keinginannya tercapai.


Dari penjelasan di atas tampak jelas bagi kita, bahwa Islam mempersempit perbudakan, memperlakukan mereka dengan perlakuan yang baik, membuka lebar-lebar pintu memerdekakan, serta membuka ruang yang lebar agar mereka dapat lepas dari perbudakan, bahkan Islam mengulurkan tangannya untuk para budak agar mereka dapat lepas dari perbudakan.


Wallahu a’lam, wa shallallahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad wa ‘alaa aalhihi wa shahbihi wa sallam.

Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan