Mengapa Harus Gadai Syariah? (Part 1)

DompetKu

Secara landasan argumentsi dan perintah agama Islam, transaksi gadai sangat kuat karena ditegaskan langsung oleh Al Qur’an (al Baqarah:283) dan dipraktikkan oleh Nabi saw (hadits riwayat Bukhari). Ini berarti transaski gadai adalah ajaran yang original dan termaktub dalam sumber ajaran agama. Gadai adalah meminjam sesuatu, baik berupa barang atau uang yang sekaligus menyerahkan barang kepada pemberi pinjaman sebagai jaminan.



Jika yang meminjam tidak dapat memenuhi janji untuk membayar utangnya pada tempo yang disepakati maka barang jaminan dapat dijual untuk menutup utangnya. Artinya, dalam akad gadai ada dua unsur sekaligus, yaitu meminjam sesuatu dan adanya jaminan barang. Jadi dua komponen ini akadnya tetap satu, yaitu Rahn (gadai).


Namun sesuai dengan perkembangan zaman, kini gadai dikombinasi dengan akad lainya. Awalnya para ulama tidak membolehkan akad gadai yang sifatnya amanah digabungkan dengan akad lain, seperti akad Mudharabah, Musyarakah dan Wad’ah. Namun ketentuan al-Ma’ayir al-Syar’iyah No: 39 telah memperbolehkannya jika gadai sebagai sumber pembayaran manakala yang meminjam lalai atau tak dapat memenuhi janjinya.



Saat gadai dikombinasi dengan akad lain maka akad barang jaminan menjadi landasan kepercayaan dalam bermuamalah dan bukan berarti menggabungkan dua akad atau lebih dalam satu transaksi. Sebab, masing-masing akad sudah jelas, selesai dan sempurna tanpa tergantung pada akad yang lain. Syariah melarang dua akad dalam satu transaksi barang manakala suatu akad menggantung pada akad yang lainnya tanpa ada kejelasan dari masing-masing akad.



Dalam praktiknya, adakalanya penerima gadai (murtahin) memanfaatkan barang jaminan sehingga tak perlu memberi biaya perawatan barang jaminan (marhun). Namun jika penerima gadai tidak memanfaatkan barang jaminan dan berkewajiban untuk memeliharanya sampai batas waktu yang disepakati, maka pemberi Gadai (rahin) wajib mengeluarkan biaya-biaya (mu’nah) yang terkait dengan pemeliharaan barang jaminan (marhun). Biaya pemeliharaan barang jaminan disesuaikan dengan nilai barang dan perangkat kebutuhannya.


Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan