Orang yang Sudah Mampu Naik Haji Tapi Sengaja Menunda, Bagaimana Hukumnya?

Okezone


Menunaikan ibadah haji menjadi salah satu impian semua umat Muslim. Tapi banyak orang yang masih ragu karena merasa perbuatannya kurang baik.



Dalam rukun Islam, ibadah haji memang harus ditunaikan oleh umat Muslim jika mampu. Sebab bagi orang yang mampu naik haji itu hukumnya wajib.


Dikutip dari situs resmi Muslim.or.id, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ


“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” [HR. Ibnu Majah]


Setidaknya di sela niat pergi ke Tanah Suci untuk berhaji, umat Muslim harus belajar tentang fikih haji. Di dalamnya disebutkan syarat mutlak yang harus dipenuhi, antara lain dari sisi ekonomi, usia, kesehatan, dan kesempatan waktu.


Allah SWT tahu isi hati umatnya ketika ingin segera menunaikan ibadah haji. Oleh karena itu, Anda harus ikhlas menjalankan niat yang berpahala besar itu.


Allah SWT pasti mengetahui apa yang disembunyikan hati. Sebagaimana firman Allah:


وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعْلِنُونَ


Dan Allah mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu tampakkan. [An-Nahl/16: 19]


Allah juga berfirman:


يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ


“Dia (Allah) mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” [Ghafir: 19]


Ibnu Katsir berkata:


ويعلم ما تنطوي عليه خبايا الصدور من الضمائر والسرائر .


“Allah mengetahui apa yang menjadi keinginan hati dan rahasia serta yang tependam di dalam hati.” [Tafsir Ibnu Katsir 7/137]


Allah SWT sangat tahu isi hati seseorang yang benar-benar ingin beribadah haji. Saat umat Muslim benar-benar sabar dan ikhlas, maka Allah SWT akan memudahkan jalannya menuju Baitullah.



Tapi ada juga orang yang sudah mampu haji, tapi malah sengaja menundanya. Umat Muslim terkadang sadar akan perbuatannya atau amalannya kurang banyak sehingga berhaji lebih pas waktunya dilakukan saat tua nanti.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


تَعَجَّلُوا إِلَى الْحَجِّ – يَعْنِي : الْفَرِيضَةَ – فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لاَ يَدْرِي مَا يَعْرِضُ لَهُ


“Bersegeralah kalian berhaji, yaitu haji yang wajib karena salah seorang di antara kalian tidak tahu apa yang akan menimpanya” [HR.Ahmad, dihasankan oleh Al-Albany]


Juga,


مَنْ أَرَادَ الْحَجَّ فَلْيَتَعَجَّلْ فَإِنَّهُ قَدْ يَمْرَضُ الْمَرِيضُ وَتَضِلُّ الضَّالَّةُ وَتَعْرِضُ الْحَاجَةُ


“Barang siapa yang ingin pergi haji maka hendaklah ia bersegera, karena sesungguhnya kadang datang penyakit, atau kadang hilang hewan tunggangan atau terkadang ada keperluan lain (mendesak)”. [HR. Ibnu Majah dan dihasankan oleh Al Albani]


Ketika umat Muslim sudah mampu berhaji tapi niat menunda itu tidak boleh. Dalam Islam, jika sudah mampu berhaji haruslah disegerakan mumpung masih ada rezekinya.

Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan