Soal Larangan Jual Hewan Kurban di Trotoar, MUI: Itu untuk Pejalan Kaki

M Yusuf Agam-umma

Sahabat umma, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung seruan Pemprov DKI Jakarta soal larangan jual beli hewan kurban di trotoar. MUI menyebut trotoar diperuntukkan bagi pejalan kaki.


"Ya jangan jual hewan di trotoar. Trotoar itu kan untuk pejalan kaki," kata Sekjen MUI Anwar Abbas saat dihubungi umma, Senin (29/7/2019).


Anwar mengatakan, jual beli hewan kurban haruslah di tempat steril. Dia pun mengimbau kepada para penjual agar tak hanya mementingkan menjual hewan kurban tapi malah merusak tatanan jalanan kota.





"Jangan karena mau menjual hewan korban tatanan (trotoar) yang ada dirusak," jelas Anwar.


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengeluarkan peraturan dalam jual beli hewan kurban jelang Iduladha 1440 H. Anies melarang para penjual untuk menjual hewan kurban di trotoar.


Aturan itu sesuai dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 46 Tahun 2019 tentang Pengendalian Penampungan dan Pemotongan Hewan dalam Rangka Iduladha 2019/1440 H.


"Tidak boleh berjualan di trotoar. Ada ketentuannya, jadi ada yang mengatur yang mengendalikan, itu unsur-unsur wilayah," kata Kepala Sub Bagian Fasilitas Kegiatan Masyarakat Biro Dikmental, Andika Jati Zohella, Selasa (23/7/2019).


Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan