Bagimana Hukum Jual Beli Hewan Peliharaan dalam Islam?

Khasanah Islam


Hewan peliharaan merupakan hewan yang bisa kamu rawat di rumah untuk dijadikan sahabat dan memberikan kesenangan kepada manusia, hewan tersebut misalnya anjing atau kucing.


Tentu saja tujuan pemeliharaan hewan ini berbeda dengan hewan ternak atau hewan pekerja. Oleh sebab itu, ada hukum jual beli hewan peliharaan yang perlu kamu pahami.


Hukum Jual Beli Hewan Peliharaan dalam Islam


Tentu saja sangat banyak hewan yang umumnya dijadikan peliharaan, seperti anjing, kucing, kuda. Sementara itu ada juga hewan pengerat, burung, reptilia dan juga ikan.


Namun di dalam Islam, memiliki hewan peliharaan boleh saja asalkan sesuai dengan syariat Islam, yaitu:


1. Hewan tersebut bukanlah hewan najis


Maksud dari najis di sini ialah secara dzatnya, seperti anjing dan babi. Memelihara hewan yang termasuk najis tentu tidak boleh, karena termasuk dalam memanfaatkan najis yang sudah jelas dilarang oleh syariat.


Kecuali ada syariat yang membolehkannya, seperti memelihara anjing yang digunakan untuk menjaga hewan ternak atau berburu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


“Barangsiapa memelihara anjing, kecuali anjing untuk menjaga ternak atau berburu, akan berkurang pahala amalnya tiap hari sebanyak satu qirath.” (HR Muslim no 1574).


2. Hewan tersebut wajib diberi makan dan minum yang cukup


Memelihara hewan namun tidak diberi makan dan minum hukumnya menjadi haram. Dalilnya sabda Nabi SAW,


”Seorang perempuan masuk neraka karena seekor kucing yang diikatnya. Perempuan itu tidak memberinya makan dan tidak pula membiarkannya lepas agar dapat memakan binatang-binatang bumi.” (HR Bukhari no 3140; Muslim no 2242).



3. Hewan yang dipelihara tidak menjadi sarana untuk perbuatan haram


Hewan yang bisa menjadi sarana untuk perbuatan haram misalnya, hewan yang digunakan untuk perjudian. Atau memakan daging hewan yang haram untuk dikonsumsi.


Nah, saat ini juga sudah sering ditemui transaksi jual-beli hewan peliharaan. Beberapa hewan peliharaan yang diperjual-belikan di antaranya ialah kucing, anjing, kelinci, burung dan lain-lain.


Harga dari hewan tersebut juga umumnya ditentukan dari tinggi minat dan ketertarikan para pembeli. Namun, tahukah kamu bahwa jual-beli hewan peliharaan dalam Islam itu dilarang?


Ternyata dalam Islam, jual-beli hewan peliharaan seperti kucing itu diharamkan. Uang hasil penjualannya juga akan haram untuk digunakan.


Sebagaimana hadist dari Abu Az Zubair, beliau mengungkapkan bahwa beliau pernah menanyakan kepada Jabir mengenai hasil dari penjualan anjing dan kucing. Lalu Jabir mengatakan:


“Rasulullah melarang keras hal ini” (HR. Muslim no. 1569).


Masih menyambung perkataan Jabir:


“Rasulullah melarang dari hasil penjualan anjing dan kucing” (HR. Abu Daud no. 3479).


Selain karena alasan tersebut, jual-beli anjing juga diharamkan karena malaikat yang tidak mau memasuki rumah yang terdapat anjing di dalamnya. Rasulullah shallallhu alaihi wa sallam bersabda,


“Malaikat itu tidak masuk ke dalam rumah yang terdapat anjing dan gambar bernyawa,” (HR. Muslim).


Dilihat dari kebanyakan ulama, larangan jual-beli hewan peliharaan seperti kucing memang lebih ke permasalahan tentang pantas dan adabnya.


Hal itu dikarenakan kucing bukanlah hewan yang bisa diperjual belikan karena mudah untuk didapat dan manusia bisa memeliharanya atau bahkan membiarkannya.


Namun, Imam an Nawawi juga berpendapat mengenai hadits larangan jual-beli kucing yang sahih namun tidak mutlak.


Sebab larangan jual beli kucing yang dimaksud dalam hadits adalah kucing liar atau kucing hutan dan kucing tersebut dilarang untuk diperjual belikan karena tidak memiliki manfaat. Wallahu A’lam...


Sobat itulah hukum jual beli hewan peliharaan dalam Islam. Semoga kita selalu bisa menjaga dan saling menyayangi antar makhluk hidup agar bisa mendaptkan keberkahan dari Allah SWT.

Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan