Ini Hukum Sulam Alis dalam Islam

Ruang Muslimah

Anda tentu sudah tak asing dengan istilah sulam alis ya, Ukhti? Metode mengukir alis dengan cara mirip mentato ini, sangat digandrungi oleh banyak kalangan wanita urban tak terkecuali para muslimah.



Untuk bisa mendapat jasa sulam alis ini, biaya harus dikeluarkan sangat beragam, mulai dari 1,5 juta sampai dengan belasan juta rupiah. Nominal yang tidak sedikit ini rela dikeluarkan kaum hawa untuk mendapat kepraktisan yang bertahan lama dibanding harus menggunkaan pinsil alis setiap hari.







Namun, Ukhti, sebagai umat Islam, perlulah kita tahu bahwa setiap perkara memiliki aturannya masing-masing dalam agama ini. Dalam urusan sulam alis pun kita perlu tahu bagaimana hukum fiqih yang mengaturnya.



Dalam pandangan Islam, manusia adalah makhluk yang istimewa, diciptakan Allah swt dengan sebaik-baik bentuk (surat At-Tin: 4). Manusia juga diberi nikmat akal sehingga dapat mengenal Allah dan bersyukur atas nikmat agung yang telah diberikan-Nya. “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,” (QS Ar-Ruum: 30).



Kita sering tidak menyadari betapa besar karunia dan nikmat yang Allah beri. Bahkan kita merasa tidak puas dengan apa pun yang telah Allah ciptakan. Dengan teknologi yang semakin maju, tanpa disadari kita telah melanggar rambu yang telah diatur Allah SWT dan Rasul-Nya.



Dalam Al Qur’an terdapat dialog antara Allah SWT dengan iblis yang dihukum oleh Allah. Salah satu misi besar iblis untuk menyesatkan manusia adalah memerintahkan mereka mengubah ciptaan Allah. “…dan pasti kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, (lalu mereka benar-benar memotongnya), dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah (lalu mereka benar-benar mengubahnya). Barangsiapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh, dia menderita kerugian yang nyata,” (QS An-Nisa: 119).



Dalam hadits Qudsi Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT berfirman, Aku menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan lurus kemudian datanglah setan yang menyesatkan mereka dari agama mereka serta mengharamkan atas apa yang dihalalkan bagi mereka,” (HR Muslim). Sudah semestinyalah kita mensyukuri karunia Allah SWT dan menerima kodrat kita sepenuh hati. Sesungguhnya Allah Mahatahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya.



Mengenai sulam alis, ada beberapa nash terkait batasan berpenampilan bagi wanita secara umum, antara lain:



Hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, dari Abdullah bin Mas’ud ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat tukang tato (al-wasyimat), orang yang ditato (al-mustawsyimat), mencukur/merapikan alis (al-mutanamishah) dan orang yang merenggangkan gigi, untuk kecantikan (al-mutalafijat), yang mengubah ciptaan Allah.”



Hadis riwayat Abu Daud dari Ibnu Abbas ra, beliau berkata, “Dilaknat al-washilah(wanita yang menyambung rambutnya), al-mustawshilah(wanita yang meminta disambungkan rambutnya), an-namishah (wanita yang mencukur/merapikan alisnya), al-mutanammishah(wanita yang minta dicukur alisnya) dan al-wasyimah (wanita yang bertato) serta al-mustawsyimah (wanita yang minta ditato) tanpa ada penyakit.” Abu Daud ra berkata, an-namishah adalah wanita yang mencukur/meratakan alis mata dan al-mutanamishah adalah wanita yang meminta untuk diperbuat demikian.



Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan al-mutanamishah adalah wanita yang minta dicukur/diratakan/ditipiskan bulu di wajahnya, sedangkan an-namishah adalah wanita yang mengerjakannya (tukang cukurnya). Larangan ini tertuju untuk bulu alis (alis mata). Ibnul Atsir menambahkan bahwa larangan ini untuk tujuan kecantikan semata. Para ulama yang menulis kitab kumpulan dosa-dosa besar, seperti Imam Az-Zahabi, Al-Haitami, menyebutkan, salah satu dosa besar adalah mencukur/menipiskan/meratakan alis mata dengan tujuan kecantikan. Dalam haditsnya dijelaskan, Allah melaknat wanita yang melakukannya. Kata “laknat” menunjukkan dosa besar apabila melanggarnya.



Bagaimana dengan sulam alis? Memang secara zahir tidak terdapat kata tentang sulam alis. Hadits-hadits di atas hanya terkait larangan mencukur/menipiskan/meratakan alis yang bertujuan untuk kecantikan semata. Sementara sulam alis (eyebrow embroidery) merupakan perkembangan dunia medis untuk kecantikan dengan metode baru, cara kerjanya hampir mirip dengan tato. Alis rambut dicukur habis, kemudian dibius lokal, setelah itu disulam dengan menggunakan jarum khusus untuk menanamkan zat pewarna, lalu alis dibentuk sesuai keinginan.



Hasil sulam alis ini bisa bertahan lama, tentu saja bertujuan untuk tampak lebih cantik. Jika melihat nash tentang larangan al-mutanamishah, sulam alis ini bahkan melebihi perbuatan tersebut. Bukan hanya mencukur alis, tapi juga menggunakan jarum sebagaimana halnya tato dan ini termasuk dalam perbuatan mengubah ciptaan Allah SWT. Wallahu’alam. 

Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan