Kisah Istri dan Anak Nabi Nuh Yang Menyembah Berhala

Bersama Dakwah

Para kaum Nabi Nuh as diberikan ganjaran oleh Allah berupa air bah yang menenggelamkan seluruh kota akibat menghina Nabi Nuh as serta menyembah berhala. Ketika Nabi Nuh manjalankan dakwahnya, orang-orang di sekitarnya masih saja menyembah berhala dan tidak pernah mau mendengarkan kata-katanya. Para kaum kafir tersebut tak pernah percaya akan segala ucapan Nabi Nuh, bahwa dia adalah utusan Allah yang bertugas untuk memberikan pengajaran kepada mereka.



Nabi Nuh memiliki istri dan empat orang anak yaitu Kanʻān, Sem, Ham, dan Yafet. Selain dia berdakwah kepada kaumnya, dia juga tak lupa berdakwah kepada keluarganya. Dia mengajarkan betapa besarnya kekuasaan Allah SWT yang sanggup menghidupkan dan mematikan. Nabi Nuh As berdakwah sangat lama sebagimana diungkapkan dalam Al-Qur’an adalah Selama 950 tahun, Nabi Nuh As berjuang menyerukan kepada kaumnya untuk kembali ke jalan yang benar, yaitu menyembah Allah Swt. Tapi hanya sedikit orang yang mau mendengarkan seruan Nabi Nuh As. Bahkan, istri dan anaknya yang bernama Kan’an mendustakannya.

Suatu hari Nabi Nuh melihat istri dan putranya bernama Kan'aan sedang berkumpul bersama orang-orang kafir. Betapa sedihnya Nabi Nuh saat melihat dengan kepala mata sendiri anak dan istrinya menyembah berhala seperti kaumnya yang sesat tersebut. Istri dan anaknya ternyata selama ini telah mengabaikan semua nasehat-nasehat yang telah beliau berikan.
kEemudian Nabi Nuh pun memohon kepada Allah SWT untuk memberikan azab kepada orang-orang yang telah ingkar kepada Allah SWT. Allah mengabulkan permintaan Nabi Nuh, dan meminta Nabi Nuh untuk membuat perahu agar terhindar dari azab yang akan ditimpakan kepada kaumnya yang ingkar.

Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan