MAKNA AL-QUR’AN SEBAGAI MA’DUBATULLAH
Humaidy AS


By Pok Rie


Al-Qur’an merupakan kitab suci umat islam dan mukjizat terbesar Sayyidul Mursalin, Nabi Muhammad SAW. Di dalamnya berisi pedoman dan ajaran hidup manusia. Nabi Muhammad SAW sendiri sebagai pembawa risalah kenabian disifati dengan Qur’an. Kaana khuluquhul Qur’an, Akhlak Nabi SAW, ya..Qur’an itu. Pensifatan Qur’an yang begitu mulia dan penting bagi manusia. Karena begitu pentingnya Qur’an, Rasulullah sendiri mengistilahkan Qur’an sebagai Ma’dubatullah, hidangan Ilahi, sebgaaimana sabda beliau:


إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ مَأْدُبَةُ اللَّهِ فَخُذُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ فَإِنِّي لَا أَعْلَمُ شَيْئًا أَصْفَرَ مِنْ خَيْرٍ مِنْ بَيْتٍ لَيْسَ فِيهِ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ شَيْءٌ وَإِنَّ الْقَلْبَ الَّذِي لَيْسَ فِيهِ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ شَيْءٌ خَرِبٌ كَخَرَابِ الْبَيْتِ الَّذِي لَا سَاكِنَ لَهُ

Artinya: “Sesungguhnya Al-Quran ini adalah jamuan Allah (ma’dubatullah), maka ambillah darinya semampu kalian. Sungguh, aku tak mengetahui sesuatu yg lebih kosong dari kebaikan selain rumah yang di dalamnya tak ada bacaan Al-Quran. Sungguh, hati yg di dalamnya tak ada bacaan Al-Quran adalah hancur seperti hancurnya rumah yang tak berpenghuni”. (H.R. Ad-Darimi).


Sebagai hidangan spesial dari pencipta kepada hambanya, hendaklah kita memposisikan Qur’an sebagai satu-satunya bacaan yang bernilai ibadah bagi yang membacanya. Akan lebih baik lagi, diikuti dengan kesadaran akan keagungan Qur’an, pemahaman dan penghayatan yang disertai dengan tadzakkur dan tadabbur.


Semoga kita diberi kemudahan dan kesempatan, dipilih oleh Allah SWT bermesra-mesraan dnegan ayat-Nya, diundang menghadiri jamuan-Nya. menjadi pribadi muslim yang menghayati dan berusaha secara istiqomah membacanya, sembari menghayati makna dan kandungan kedalaman pesan-pesan luhur dari sang Pencipta

Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan