Minimalis, Gaya Hidup Rasulullah

Draft Indonesia

Minimalis menjadi sebuah tren gaya hidup yang semakin digemari akhir-akhir ini. Ia menerapkan gaya hidup dengan sederhana. Barang-barang yang disimpan adalah yang sesuai dengan kebutuhan. Hal ini diklaim memiliki banyak manfaat, dari sisi budget pengeluaran sampai kesehatan mental. Adaptasi prinsip “less is more” membuat para penganut minimalist life style mengurangi barang-barang yang dimiliki.

Gaya hidup sederhana yang diterapkan pada tren ini juga dapat digunakan sebagai sarana menemukan diri sendiri. Konsumerisme yang menghipnotis kita seiring berkembangnya iptek ini sering kali mengaburkan pandangan kita terhadap diri kita sendiri yang semakin kehilangan keotentikannya. Gaya meniru tren, berburu diskon, bahkan yang sering tidak disadari yaitu meniru orang lain menjadi lebih terkontrol dengan milimalist life style ini.

Ilustrasi: riliv.co

Hidup dengan minimalis berarti menyengaja memilih hidup hanya dengan hal-hal yang sesuai dengan kebutuhan. Banyak barang yang menjadi awal menumpuk-numpuk beban ini ternyata juga menjadi hal yang tidak baik bagi kesehatan mental. Semakin banyak barang yang dimiliki, semakin banyak energi kita yang digunakan untuk merawat dan memikirkannya. Jika mau menengok kehidupan para biksu kaum Budha, mereka memiliki jiwa yang damai karena tidak takut kehilangan apapun dengan hidup apa adanya.

Dalam Islam, konsep ini telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Selama hidupnya, Rasulullah saw yang berpotensi menjadi nabi sekaligus raja kaya raya, penguasa seluruh negeri, dan berbagai fasilitas keduniaan yang lain justru memilih hidup sederhana di gubuk kecil sebelah masjid. Makanan yang ada di dapur pun selalu dibagikan kepada yang lebih membutuhkan. Beliau dan istrinya hanya menyuap sangat sedikit dari kelezatan duniawi.

Menumpuk barang yang sebenarnya tidak diperlukan juga menjadi hal yang dibahas dalam Islam. Larangan berlebihan dalam Qur’an sangat jelas bahwa yang berlebih-lebihan adalah kawan setan. Selain itu, konsep minimalis dalam Islam juga sangat terlihat dalam gambaran hari akhir yang menghitung setiap amal manusia selama hidup di dunia. Bukan hanya perbuatan, kepunyaan yang dimiliki di dunia tidak akan ada yang luput dari perhitungan Sang Ilahi.

Menjadi minimalis memang pilihan masing-masing pribadi. Setiap dari kita juga memiliki kemanfaatan yang berbeda di setiap barang yang dimiliki. Diterapkan atau tidak, minimalis mengajarkan kita untuk tidak mencintai dunia yang fana ini. Selamat berbijak memilih barang, be happy!



Untuk Kamu
Lihat 20 Artikel
Bagikan